Home

SATU PERTEMUAN UNTUK RIBUAN PERPISAHAN

relakan-perpisahan-ini

Hidup adalah tentang permainan waktu dan kehendak. Tentang momen yang dihiasi bayang misteri, sembari dilukis sang waktu tanpa kita sadari. Terkadang kita hanya mampu pasrah lewat tatapan kosong, atau mungkin sedikit lebih kuat untuk berpesan lewat doa.

Satu hal yang baru kusadari, bahwa ada hal yang menyenangkan dalam hidup ini yang disebut Pertemuan. Ketika jarak tak lagi menjadi penghalang, ketika pelukan begitu mudah dilakukan atau tangkapan visual/inderawi yang begitu mempesona. Yah, itulah hidup. Selalu menyajikan kisah tentang mencintai dengan sedikit bumbu keindahan. Namun, hidup tak sebercanda itu. Padanya, yakinlah! bahwa ada ribuan pembunuh sadis yang sewaktu-waktu akan datang dan membuat dirimu begitu sakit. Tak hanya hal menyenangkan yang membuatku bertahan dalam setiap arus yang begitu menghanyutkan ini, namun ada satu hal yang mengawali kesedihan, kekecewaan bahwa putus asa. Adalah perpisahan!

Dahulu, aku pernah terpenjara oleh sosok yang begitu penting bagiku. Yang oleh dirinya-lah kuberanikan diriku untuk menyentuh lebih dalam tentang arti Hidup. Hadirnya seperti Hidayah, memberi warna baru dan bekal nyali untuk melangkah. Namun bagiku, semua tak begitu indah. Adalah waktu dan kehendak yang menjadi akhir ceritanya. Tentang sebuah pertemuan yang abadi lewat selembar foto usang yang kutemui, dan ribuan perpisahan yang wakili utuhnya kekecewaan.

Yah, pernah ada seseorang yang datang dan berpesan padaku. “Bahwa Jatuh Cinta Adalah Patah Hati Yang Paling Disengajakan”. Mungkin kalimat sederhana itu benar adanya, bahwa tak selamanya kisah tentang cinta begitu indah. Adakalanya harus berani memaafkan atas rasa yang terselip pada ribuan perpisahan, itulah yang penting untuk tetap merasa hidup setiap detiknya.

Teruntuk dirimu, Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugrah terbesar di dalam hidupku. Cinta memang tidak perlu di temukan, cintalah yang akan menemukan kita. Terima kasih, nasihat lama itu benar sekali, aku tak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, Tapi aku aka ntersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.

            Satu hal yang harus kau tahu, Bahwa “Perpisahan yang paling menyakitkan adalah dimana hanya aku yang merasa kehilangan.”

Akhirnya, ketika tulisan ini kau baca. Percayalah, kau sudah ku ikhlaskan bersama hilangnya pesona senja hari itu.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s