Home

aku, kau dan tiadanya diriku

aurora-1185877_960_720
Kelak ketika aku tak lagi ada, jangan kau cari diriku didalam kubur. Carilah aku tepat dihatimu.

Karena tak akan mampu gelap menelanku. Dan tanah, tak pernah bisa memudarkan terang dirimu

Kelak ketika aku mati dan hanya nama yang jadi bekalmu mengingat.Carilah aku, pada mekarnya kelopak mawar terakhir

Karena padanya kusisipkan rasa dan indah kesan tentang arti hadir dirimu.


Suatu saat, aku akan mati. Namun tidak denganmu, alasanku tetap hidup

Tak ada lagi hembusan nafas, namun telah kutitip sabda rinduku pada tetesan embun pagi.

Kelak ketika yang tersisa hanya namaku, dan ragaku telah kaku terbalut kafan.

Percayalah, itulah saat dimana aku lebih dekat denganmu. Tepat di nadimu dan bersemayam pada rindu yang akan lebih sering menghangatkanmu

Untuk tahun baru, aku masih hidup, aku masih berfikir, dan hari ini kembali kugadaikan kewarasanku

Menerawang jauh, mencoba mencari tau teka-teki dalam cadarmu. Mungkin akan kudapati disana titik keindahan tertinggimu

Ketidakwarasanku malam ini terbaluti oleh sebuah kebisuan mendalam, terbelenggu dalam dingin yang berusaha membuat sirna diriku tanpa bekas
Hanya doa bekalku, untuknya yang selalu siap mengamini asa dan harap besarku.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s