Home

DINGIN DAN SEBUAH NAMA

tumblr_nrshrkppko1rlwgfso2_400Tepat saat tulisan ini kubuat, percayalah ada kerinduan yang kubungkus untuk turut serta terucap bersamanya. Salam untukmu sang pemilik sepenggal hati dan sebagian dari ruh titipan tuhan, yang kelak akan menyatu dalam diriku. Disaat udara dingin mengepung dan seakan ingin membunuhku dengan ribuan tusukan, aku tersadar bahwa aku tak akan mati di kota ini. Yah, karena yakinku masih tetap satu, “Takkan pernah ku pergi sebelum utuh hatiku, dan menyatu pula ruhku”. Beberapa lama lama aku terlelap dalam sesaknya rindu, bahkan untuk mengabadikanmu aku tak mampu.

Namun hari ini udara dingin kota ini menantangku. Andai kau tau, dalam dingin ini aku ingin memlukmu, memainkan jemarimu, mengusap kepalamu, atau paling tidak melihat udara yang layaknya asap kau semburkan ketika hendak berkata. Aku ingin kau ada disini, mengganti peran dari syal yang mengikat di leherku atau jaket yang tak mampu menyelamatkanku dalam dingin ketika tulisan ini kubuat. Ingin aku rasakan pelukanmu yang penuh hangat titipan Tuhan lewat tubuhmu, maukah engkau.?

Jalan panjang kutelusuri, terkadang hujan dan langit malam melukis indah namamu. Menyeretku penuh paksa dalam kenangan yang disampaikan sang langit, namun aku masih sunyi tanpamu. Banyak kutemui saingan Putri Diana, namun tak mampu kutemukan pesaing Sang Monalisa sepertimu. Tahukah engkau, udara disini selalu kubisikkan namamu, mereka ingin mengenalmu, bahkan tak segan memintah untuk menyembah setiap inci keindahan dalam dirimu yang sederhana namun penuh kasih.

Tulisan ini sengaja tak kubuat panjang, karena ingin kugandengkan mesra dengan rindu penuh cinta dan rasa percaya. Dan satu yang ingin kukatakan padamu bahwa “Aku ingin menjadi tenang dan mencintaimu tanpa banyak kekhawatiran”. Dan kemudian merdeka dalam rasa penuh percaya akan kebenaran Sang Maha Tunggal.

Dingin membisikkan kata rindu yang tak mampu kuelakkan, rindu yang mengungkapkan bahwa manusia penuh akan keterbatasan. Tapi aku akan selalu ada dalam langkahmu penuh doa, dalam kataku yang kubasahi dalam hujan penuh kenangan, dalam dingin penuh kerinduan akan pelukan yang tersampaikan begitu romantis lewat senyummu. Dan dalam malam yang telah terbagi menjadi tiga, yang kau selalu kubuat indah dalam sajak penuh cinta tepat ditelinga-Nya.

Kau, aku ingin merdeka denganmu

Kau, aku ingin menjadi utuh dengan dirimu

Kau, aku ingin jadi setiap hal dari dirimu. Dan,

Kau, aku cinta setiap inci dirimu yang pada katakupersilahkan mencium mesra dirimu yang kaya akan pesona

Dan kau, Ah, aku tak mampu lagi kuberkata. Yang pasti kau, inginku cinta dirimu tanpa kepalsuan. Karena sejak awal aku ingin merdeka denganmu. Tetap sederhana dan anggun, wahai kau malaikatku yang kugadaikan segala kewarasanku.

Queen’s Park- Toronto, Ontorio. Canada. #29082016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s